Mohon Tunggu Proses Memuat Konten Halaman

ADVERTISEMENT

Terbaru

2
Tgl. 29 Januari 2014

Modifikasi Media Tanam Sayuran Dengan Teknik Hidroponik Dan Vertikultur

  Pernahkah Anda melihat tanaman yang tumbuh pada media tanam selain tanah? Seperti yang kita ketahui bahwasanya media tanam merupakan komp...

Bertanam Sayuran Dengan Teknik Hidroponik Dan Vertukultur 

Pernahkah Anda melihat tanaman yang tumbuh pada media tanam selain tanah? Seperti yang kita ketahui bahwasanya media tanam merupakan komponen yang penting dalam melakukan budidaya tanaman, karena pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh media tanam yang digunakan. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena media tanam mempunyai peranan dalam mendukung tumbuh tegak tanaman, menyediakan oksigen, air, dan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman.

Media tanam yang biasa digunakan adalah tanah yang sesuai dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Sehingga untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam, maka perlu diketahui karakteristik dari setiap jenis media tanam. Berdasarkan jenis bahan penyusun, media tanam dibedakan menjadi bahan organik dan anorganik. Media tanam organik berasal dari komponen makhluk hidup, misalnya bagian dari tanaman seperti: daun, batang, bunga, buah, atau kulit kayu. Sedangkan media tanam dalam bentuk bahan anorganik berasal dari proses pelapukan batuan serta dapat pula berasal dari bahan-bahan sintetis atau kimia yang dibuat di pabrik.

Penggunaan bahan organik mempunyai kelebihan karena mampu menyediakan unsur-unsur hara bagi tanaman, menghasilkan sirkulasi udara yang baik, dan mempunyai daya serap air yang tinggi. Beberapa jenis bahan organik yang dapat dijadikan sebagai media tanam antara lain arang, cacahan pakis, kompos, moss, sabut kelapa, sekam padi, dan humus. Sementara itu untuk media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam misalnya adalah hidrogel, pasir, kerikil, pecahan batu-bata, spons, tanah liat, zeolit, vermikulit, dan perlit.

Tanaman sayuran biasa ditanam pada tanah dengan area yang cukup luas. Akan tetapi karena faktor keterbatasan lahan maka bisa menjadi sebuah kendala dalam melaksanakan budidaya tanaman. Namun demikian seiring dengan perkembangan teknologi, manusia melakukan berbagai upaya agar tetap bisa melakukan budidaya tanaman dengan berbagai media pada tempat tanam yang terbatas. Dalam hal ini salah satu upaya yang dilakukan adalah berupa modifikasi wadah tanam dan media tanam.

Modifikasi media tanam dalam budidaya sayuran dapat dilakukan dengan cara mengubah sebagian atau seluruhnya, memadukan, serta mencampur media tanam dengan komposisi tertentu. Dimana teknik yang saat ini cukup populer digunakan dalam memodifikasi jenis media tanam misalnya adalah teknik hidroponik dan vertikultur.

Istilah hidroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hidro yang artinya adalah air dan ponos yang artinya adalah kerja. Hidroponik merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan cara bercocok tanam tanpa tanah, tetapi menggunakan air atau bahan porous lainnya dengan pemberian unsur hara terkendali yang berisi unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman.

Sistem hidroponik yang berkembang pertama kali di Indonesia adalah hidroponik substrat, yaitu sistem yang menggunakan media selain tanah dan steril, seperti arang sekam, pasir, serbuk gergaji, sabuk kelapa, dan lain-lain. Dimana sistem hidroponik sendiri memiliki beberapa kelebihan, yaitu: 1) tidak memerlukan tanah dan lahan yang luas, 2) Akar tanaman dapat dipantau perkembangannya dan lebih bersih, 3) tidak memerlukan penyiraman setiap hari, 4) bebas dari kotoran dan penyakit, 5) memperkecil risiko serangan hama dan penyakit tanaman, dan 6) tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak. Sedangkan untuk kekurangannya yaitu lebih rumit dan tanaman dapat gagal tumbuh jika sistem mengalami kegagalan.

Tanaman hidroponik sangat tergantung sekali pada campuran atau komposisi nutrisi yang diberikan. Sehingga karena persyaratan pertumbuhan optimal tanaman ditentukan oleh keadaan larutan dan sirkulasinya, maka nilai pH larutan nutrisi perlu diupayakan pada kisaran 5,5 sampai 6.5 sesuai untuk tanaman yang dibudidayakan. Disamping itu tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik juga memerlukan unsur hara, air dan oksigen yang cukup agar dapat tumbuh dengan baik.

Vertikultur merupakan sistem tanam di dalam pot atau wadah yang disusun secara horizontal dan vertikal atau bertingkat. Cara tanam ini sangat sesuai dilakukan pada lahan terbatas atau halaman rumah seperti di perkotaan. Jenis tanaman yang biasa dibudidayakan misalnya adalah tanaman hias atau sayuran. Dalam hal ini tanaman sayuran yang ditanam biasanya merupakan sayuran untuk konsumsi sehari-hari, seperti bawang merah, kangkung darat, pakcoy dan lettuce.

Metode penanaman dengan teknik vertikultur tidaklah memerlukan lahan yang luas untuk bercocok tanam karena cukup dengan memanfaatkan luas pekarangan rumah. Sehingga lahan yang sempit bukan lagi alasan untuk tidak bercocok tanam. Disamping itu budidaya tanaman dengan teknik vertikultur pun tidak hanya dipergunakan sebagai sumber pangan, akan tetapi juga dapat menciptakan suasana alami yang menyenangkan.

Teknik budidaya vertikultur hampir sama dengan budidaya biasa. Tahapannya ialah pembuatan wadah tanam vertikultur, pengadaan media, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Wadah tanam yang digunakan pada teknik ini bisa jadi merupakan tempat yang terbatas untuk menampung media dan nutrisi bagi tanaman. Sehingga wadah tanam yang ideal untuk digunakan pada teknik vertikultur adalah wadah tanam yang kuat, tahan lama, dapat merembeskan air yang berlebih, ringan, dan menarik. Dalam hal ini sebagai contoh wadah yang biasa digunakan misalnya adalah pot tanah, pot plastik, pot semen, polybag, pipa, talang air, dan berbagai wadah yang bisa menampung media dan nutrisi bagi tanaman. Disamping itu berbagai barang bekas seperti kaleng dan plastik keemasan pun dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam dalam teknik vertikultur.

Hal yang harus diperhatikan ketika menanam tanaman pada wadah adalah ketersediaan nutrisi yang cukup dan pengondisian optimum agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Perhatikan ukuran wadah dan komposisi media tanam yang akan digunakan dan sesuaikan pula dengan jenis tanaman yang akan ditanam.

Bagaimana? Apakah Anda berminat untuk mencoba membudidayakan tanaman sayuran dengan teknik hidroponik atau vertikultur?

Katagori:
Silakan klik di sini untuk mengeposkan komentar Anda. Jika Anda ingin membaca artikel lain yang terdapat pada blog ini, maka dapat Anda lakukan dengan cara membuka laman daftar isi. Catatan: Komentar balasan hanya diprioritaskan untuk pertanyaan dan atau pernyataan yang diposkan dengan memakai formulir komentar Blogger.
Admin
Terdapat 2 komentar pada artikel ini ▶
01/02/14 18.30 O

Terima kasih caranya sob sangat membantu saya

03/02/14 09.31 O

@Lano Pratama Sama-sama Sob. Semoga saja uraian tersebut di atas dapat diambil guna dan manfaatnya. Dan kemudian terimakasih pula atas berkenannya mengeposkan komentar untuk artikel ini. :)

How To ▶
Education ▶
SEO ▶
Other Internet ▶
Programming ▶
Tutorial ▶
DP & Story ▶
Tips & Trick ▶

o

  • .Ragam Tumbuhan
  • .Unik & Langka
  • .Aneka Buah
  • .Produk Sederhana
  • .Karya Seni
  • .Tempat Wisata
  • .Ragam Kegiatan
  • .Aneka Bunga
  • .Hewan & Serangga
GALERI
KIRIM MASUKAN
E L T E L U
Semar Bingung's Weblog