Mohon Tunggu Proses Memuat Konten Halaman

Terbaru

10
Tgl. 28 November 2015

Rahasia Selisih 1.000 Rupiah dari Uang yang Dibelanjakan oleh Andi

Tabel Daftar Belanja Andi #1
Pernah membaca pertanyaan seperti yang termuat pada gambar ini? Apakah Anda sudah menemukan jawabannya? Jika belum, maka berikut ini merupakan uraian jawaban yang dapat digunakan untuk menjelaskan teka-teki yang terdapat pada pertanyaan tersebut.

OK, perhatikan terlebih dulu pernyataan serta pertanyaan yang termuat pada gambar tersebut! Pada gambar yang memuat tabel daftar belanja tersebut dinyatakan bahwa Andi memiliki uang sejumlah 50.000 rupiah yang kemudian dibelikan roti dengan harga 20.000, sehingga uang Andi pun tinggal tersisa 30.000 rupiah.

Sisa uang 30.000 rupiah yang dimiliki oleh Andi selanjutnya dibelikan jus dengan harga 15.000 rupiah, sehingga Andi mendapatkan uang kembalian sebesar 15.000 rupiah. Setelah membeli jus, Andi membeli snack seharga 9.000 rupiah dan mendapatkan uang kembalian sebesar 6.000 rupiah yang selanjutnya digunakan untuk membeli kue sehingga akhirnya uang Andi pun tersisa 0 rupiah alias habis.

Setelah ditotal, ternyata ada selisih sebesar 1.000 rupiah pada uang yang telah dibelanjakan oleh Andi dengan total sisa uang yang ia terima sebelumnya. Kok bisa beda, yang 1.000 rupiah tersebut berasal dari mana?

Bisa jadi Anda pernah berpikir dan beranggapan bahwa hal tersebut merupakan sebuah keajaiban. Tapi tunggu, coba sekarang Anda perhatikan tabel daftar belanja yang termuat pada gambar berikut ini.

Tabel Daftar Belanja Andi #2
Ketika harga snack diubah menjadi 8.000 rupiah, maka sisa uang Andi yang semula berjumlah 15.000 rupiah akhirnya tinggal 7.000 rupiah setelah dibelikan snack tersebut. Sehingga apabila ditotal ulang maka uang yang telah dibelanjakan oleh Andi adalah 20.000 + 15.000 + 8.000 + 7.000 = 50.000 rupiah, sedangkan total sisa uang belanja yang sebelumnya telah diterima oleh Andi adalah 30.000 + 15.000 + 7.000 = 52.000 rupiah.

Lhoh, kok selisihnya menjadi lebih banyak dari yang sebelumnya? Jika sebelumnya hanya selisih 1.000 rupiah, maka sekarang kok malah selisih 2.000 rupiah?

Untuk mengetahui penyebabnya, coba sekarang Anda perhatikan lagi tabel daftar belanja yang termuat pada gambar berikut ini sebagai bahan perbandingan.

Tabel Daftar Belanja Andi #3
Perhatikan bahwa ketika harga snack yang dibeli diubah lagi menjadi 11.000 rupiah, maka sisa uang Andi yang semula jumlahnya adalah 15.000 rupiah akhirnya tinggal 4.000 rupiah saja. Sehingga apabila uang yang telah dibelanjakan oleh Andi ditotal maka hasilnya adalah 20.000 + 15.000 + 11.000 + 4.000 = 50.000 rupiah, sedangkan sisa uang belanja yang sebelumnya telah diterima oleh Andi bila ditotal hasilnya adalah 30.000 + 15.000 + 4.000 = 49.000 rupiah.

Namun demikian perlu diketahui bahwa total dalam tabel tersebut hasilnya akan menjadi berbeda lagi bila harga snack yang dibeli oleh Andi nominalnya diubah lagi menjadi seperti yang tampak pada tabel daftar belanja berikut ini.

Tabel Daftar Belanja Andi #4
Ketika harga snack yang dibeli oleh Andi diubah menjadi 10.000 rupiah dan uang yang tersisa adalah 5.000 rupiah, maka total uang yang dibelanjakan dengan total uang sisa pun akhirnya menjadi sama, yaitu 50.000 rupiah.

Nah, berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya total uang yang telah dibelanjakan tidak boleh dibandingkan dengan total sisa uang yang diterima saat berbelanja. Hal ini disebabkan karena total keduanya besar kemungkinan akan berbeda, tergantung pada nominal harga masing-masing barang yang dibeli.

Apakah Anda memiliki kesimpulan atau pendapat lain tentang hal di atas? Jika ya, maka tidak ada salahnya bila kesimpulan atau pendapat tersebut Anda sampaikan dengan cara mengeposkan komentar dalam artikel ini.

Ingin tahu cerita gokil pakai kata yang hanya berawalan huruf "K"? Lihat di sini!

Lihat pula jawaban tebak-tebakan tentang "Siapakah Aku? Aku kecil di China, besar di Indonesia."
Katagori: ,
Terdapat 10 komentar pada artikel ini ▶
30/10/16, 07.33 O

bro... itu sisa gak perlu di jumlah lg karena sudah habis. yg perlu di perhatiin adalah saldo (uang yg dimiliki) dan total belanjanya. atau penjelasan lain saldo adalah di sisi debet dan belanjanya di sisi kredit. pasti balance dengan sisa nol atau habis uangnya.

30/10/16, 18.40 O

@kusnan kanjiro Iya, saya rasa begitulah semestinya. Sehingga bila berbicara tentang masalah teka-teki tersebut, saya rasa itu merupakan sebuah permainan angka yang memang dimaksudkan untuk mengubah persepsi dan opini pembacanya. Padahal semestinya total dari jumlah uang yang telah dibelanjakan memang tidak bisa disamakan dengan total dari jumlah uang sisa tiap kali berbelanja. Sebab jika yang dilakukan adalah seperti itu, maka besar kemungkinan tidak akan pernah sama.

total belanja 50.000(t1)
total sisa 51.000(t2)

uang blanja 20.000-15.000 slisih 5.000(s1), 15.000-900- slisih 6.000(s2), trjdi perbedaan slisih uang blanja shingga menybabkan perbedaan total uang belanja dengan total uang sisa.

kesimpulan, (s2-s1)=(t2-t1)

08/09/17, 21.32 O

Menurut saya simpelnya antara angka genap dan ganjil kalo ada angka genap di tambah ganjil maka hasilnya akan ganjil sedangkan kalo angka genap ditambah genap hasilnya genap..

15/10/17, 08.03 O

izin copas

15/10/17, 18.44 O

@har jokodi-copas untuk apa dulu bang?

09/11/17, 03.12 O

Paradigma yang salah dalam perhitungan matematika. Tidak ada Nilai uang yang disamakan dengan sisa. Yang ada adalah jumlah uang = nominal pembelian + sisa.. Atau N=b+s

yg buat teka-teki terlalu pintar mungkin jd Menimbulkan persrpsi dan prmbodohan dlm berhitung.. :

09/11/17, 18.43 O

@SECURITY JOBsBetul sekali Bang. 👍 Saya rasa uraian Abang tersebut di atas juga merupakan penjelasan yang sangat logis dan rasional. 👍👍👍

15/01/18, 16.05 O

Hahaha saya baru bac juga udah pengen ketawa mas brow,, gak tau kenapa sih, padahal saya udah tau teka teki ini, lumayan laah buat hiburan

salam blog tutorapk.com

05/05/18, 04.08 O

Penyusunan bilangan sih klo mnrt aku..
Harusny kyk kpk sm fpb aj sih.